Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa karena halangan (uzur syar’i) seperti sakit, haid, nifas, atau safar, kini saatnya untuk segera melunasinya. Membayar atau qadha puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib sebagai bentuk tanggung jawab hamba kepada Allah SWT atas kewajiban yang sempat tertunda.
Jangan biarkan utang puasa menumpuk hingga Ramadhan berikutnya tiba. Jika Anda lupa atau butuh panduan kembali mengenai tata caranya, artikel ini akan mengulas lengkap mulai dari bacaan niat, batas waktu, hingga hukum menggabungkannya dengan puasa sunnah. Mari simak penjelasannya agar ibadah Anda sah dan diterima.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat adalah rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah. Khusus untuk puasa qadha, niat harus dilafalkan dengan tegas di dalam hati untuk mengganti kewajiban Ramadhan.
Berikut adalah lafal niat puasa qadha lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Waktu dan Ketentuan Niat yang Sah
Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh diucapkan di pagi hari (sebelum tergelincir matahari), puasa qadha memiliki aturan yang lebih ketat karena statusnya sebagai puasa wajib.
1. Wajib Berniat di Malam Hari (Tabyit An-Niyyah)
Mayoritas ulama, khususnya Mazhab Syafi’i, menegaskan bahwa niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari, yakni rentang waktu setelah Maghrib hingga sebelum fajar (Subuh).
Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW: “Barangsiapa tidak berniat puasa pada malam hari (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai).
2. Konsekuensi Jika Lupa Niat
Jika Anda lupa berniat di malam hari dan baru teringat saat pagi hari, maka puasa qadha tersebut tidak sah. Anda harus mengulanginya di hari lain. Oleh karena itu, pastikan niat sudah mantap sebelum tidur atau saat makan sahur.
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Qadha
Secara teknis, pelaksanaan puasa qadha sama persis dengan puasa di bulan Ramadhan. Berikut langkah-langkah ringkasnya:
- Makan Sahur: Sangat dianjurkan makan sahur sebelum waktu imsak/subuh untuk keberkahan dan kekuatan fisik, meski hukumnya sunnah.
- Menahan Diri: Menjaga diri dari segala hal yang membatalkan puasa (makan, minum, hubungan suami istri) dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Menjaga Lisan dan Perbuatan: Menghindari berkata dusta, ghibah, atau perbuatan maksiat agar pahala puasa tidak berkurang.
- Menyegerakan Berbuka: Segera berbuka saat adzan Maghrib berkumandang dengan doa yang ma’tsur: “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Batas Waktu dan Konsekuensi Penundaan
Kapan batas akhir membayar utang puasa? Batasnya adalah sampai bulan Ramadhan berikutnya tiba. Rasulullah SAW memberikan teladan melalui Aisyah RA yang seringkali baru bisa mengqadha puasanya di bulan Syakban karena kesibukan melayani Nabi.
Namun, menunda tanpa alasan syar’i hingga masuk Ramadhan berikutnya memiliki konsekuensi berat:
- Wajib Qadha: Tetap harus mengganti puasa yang ditinggalkan.
- Wajib Bayar Fidyah: Mayoritas ulama mewajibkan membayar fidyah (memberi makan orang miskin) sebagai denda atas kelalaian menunda utang puasa hingga lewat tahun.
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dan Sunnah?
Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin membayar utang puasa di hari Senin-Kamis atau saat Ayyamul Bidh. Apakah bisa dapat dua pahala sekaligus (pahala wajib dan sunnah)?
Berikut ringkasan pendapat ulama mengenai hal ini:
| Jenis Puasa Sunnah | Hukum Penggabungan | Penjelasan |
| Sunnah Mutlak (Senin-Kamis, Arafah, Asyura) | Boleh | Menurut Syaikh Al-Utsaimin, jika niat utamanya adalah Qadha di hari tersebut, maka kewajiban gugur dan insya Allah mendapat pahala sunnah hari itu. |
| Sunnah Muqayyad (Puasa 6 Hari Syawal) | Tidak Disarankan | Puasa Syawal terikat dengan kesempurnaan Ramadhan. Selesaikan dulu seluruh qadha Ramadhan, baru laksanakan puasa Syawal untuk dapat pahala “puasa setahun penuh”. |
Sebaiknya niatkan hati murni untuk Qadha (karena ini yang wajib). Jika pelaksanaannya bertepatan dengan hari sunnah, pahala sunnah akan mengikuti sebagai karunia tambahan dari Allah, bukan sebagai niat utama yang ganda.
Segerakan Sebelum Terlambat
Mengingat Ramadhan sudah di depan mata, tidak ada alasan lagi untuk menunda. Mengqadha puasa bukan hanya soal menggugurkan kewajiban, tapi juga bukti ketakwaan dan disiplin kita sebagai seorang muslim.
Yuk, cek kembali catatan utang puasa Anda. Manfaatkan hari-hari yang tersisa untuk melunasinya. Semoga Allah memberikan kekuatan dan menerima amal ibadah kita semua.